Cara membaca kode ban

Setiap ban mempunyai tipe dan ukuran dimensi yang berbeda-beda. Faktor yang membedakan antara lain jenis kendaraan, beban kendaraan, dan juga batas kecepatan yang diijinkan. Semua itu dapat kita ketahui dari kode ban yang tercetak di dinding ban.

Setiap ban yang dipasang pada kendaraan mempunyai tipe dan ukuran dimensi yang berbeda-beda. Faktor yang membedakan antara lain jenis kendaraan, beban kendaraan, dan juga batas kecepatan yang diijinkan. Semua itu dapat kita ketahui dengan melihat pada kode ban. Kode ini tertera pada bagian dinding ban. Bagaimana cara membaca kode ban, berikut ini akan kami jelaskan tentang kode ban sesuai standard ISO (International Standardisation Organisation) :

Sebagai contoh kode yang tertera adalah :

195 / 60 R 15 86 H

Cara membaca kode diatas adalah :

195 : adalah ukuran lebar ban dalam mm. Lebar ban ini diukur pada sisi paling besar antara dinding luar sisi luar dengan sisi luar sisi dalam

60 : adalah aspek rasio dalam hal ini 60 %. Aspek rasio didapat dengan cara membandingkan antara tinggi ban dengan lebar ban dikalikan 100 %. Semakin besar aspek rasio ban, tingkat kenyamanan akan semakin baik, tetapi kemampuan untuk membelok kurang baik. Ban ini cocok untuk kendaraan penumpang yang membutuhkan kenyamanan. Begitu pula sebaliknya untuk ban dengan aspek rasio kecil, maka dimensi ban cenderung lebih tipis. Ban jenis ini cocok untuk kendaraan balap karena kemampuan membeloknya baik, tetapi kenyamanannya menjadi berkurang.

R . Adalah type ban radial. Radial ini mengacu pada arah lapisan belt (rigid breaker) yang ada didalam lapisan ban. Selain ban berjenis radial, ada juga ban berjenis diagonal (ban bias)

15 adalah diametar pelek yang dalam bahasa umum sering diberi istilah ring pelek. Ring pelek berbeda dengan ring atau diameter ban.

86 adalah load index. Load index dapat diartikan beban atau muatan maksimal yang diperbolehkan untuk diangkut oleh kendaraan tersebut. Karena disini menggunakan indek, maka angka tersebut bukan angka yang sesungguhnya. Untuk kode 86, muatan maksimal yang diijinkan adalah 530 kg. Semakin besar angka load indek maka beban yang diperbolehkan untuk diangkut juga semakin besar.

H adalah kecepatan maksimum yang diijinkan. Sama seperti load index diatas, ini merupakan suatu kode. Adapun rentang mengenai kode ini mulai huruf S, T, U, H, V, W, Z. Kode Z adalah ukuran paling besar. Adapun untuk kode H, kecepatan maksimal yang diijinkan adalah 210 km/jam atau 130 mil/jam.

Dengan mengetahui kode diatas, setidaknya kita menjadi lebih paham mengenai cara membaca kode ban yang terpasang dikendaraan. Semoga bermanfaat ![www.otomotifinfo.com]