Bagian mobil yang berpotensi terjadi baret

Bodi atau cat, memiliki resiko lebih besar untuk mengalami kerusakan seperti titik, scratch, baret dan bahkan berubah bentuk (pesok).

Memiliki mobil baru adalah dambaan setiap orang. Mobil baru menawarkan fitur baru, performa maksimal, semua kelengkapan berfungsi dengan baik, interior bersih dan juga bodi atau cat mulus. Untuk bodi atau cat, memiliki resiko lebih besar untuk mengalami kerusakan seperti titik, scratch, baret dan bahkan berubah bentuk (pesok). Kerusakan tersebut lebih banyak disebabkan oleh faktor luar seperti terkena serpihan kerikil dijalan, bersentuhan dengan ranting tanaman, terkena benda keras dan lainnya.
Bagian cat mana saja yang berpotensi mengalami kerusakan, simak berikut ini :

1. Handle pintu

Cat pada bagian dalam handle pintu dapat berpotensi rusak, tergores oleh gerakan membuka dan menutup pintu. Sebenarnya penyebab tergores bukan gerakannya, tetapi ketika memegang handle pintu, kuku tidak sengaja bersentuhan dengan cat, tidak disadari bisa menimbulkan kerusakan. Selain karena kuku, dapat juga disebabkan oleh gesekan antara perhiasan seperti cincin, batu permata yang dikenakan pada jari.

2. Corner bemper

Cat pada corner bemper adalah bagian yang sering mengalami kerusakan. Ketika mobil sedang membelok dan ternyata estimasi beloknya tidak tepat, maka bagian corner bemper akan berpotensi menjadi rusak akibat gesekan atau benturan dengan badan jalan atau lainnya. Tingkat kerusakan tergantung dari seberapa keras benturannya. Untuk kasus yang ringan, hanya lecet sedikit dan cukup di poles. Sedang kasus berat bahkan sampai harus perbaikan bemper dan cat ulang.

3. Bemper belakang

Kerusakan cat pada bemper belakang dapat terjadi ketika mobil berjalan mundur. Ketika ada objek yang tidak terdeteksi oleh pengemudi, maka ini akan berpotensi terjadi benturan. Hal ini dimungkinkan karena area pandang sisi belakang mobil saat mundur cukup sempit. Pengemudi hanya mengandalkan pandangan dari inner view mirror dan outer mirror. Saat ini beberapa mobil sudah dilengkapi dengan sistem back sonar, dan rear camera untuk meminimalkan resiko benturan saat mobil bergerak mundur. Penyebab lainnya dari cat bemper belakang rusak adalah karena terkena benturan mobil atau motor lain di arah belakang.

4. Outer mirror

Outer mirror atau kaca spion adalah bagian terluar dari sebuah mobil. Outer mirror mempunyai fungsi penting untuk menampilkan obyek yang ada disisi kanan belakang dan sisi kiri belakang mobil. Karena posisinya paling luar, ketika mobil berpapasan dengan mobil lain atau motor di jalan yang sempit berpotensi terjadi gesekan atau benturan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada cat, seperti baret, atau bahkan jika ekstrim kaca spion bisa pecah.

5. Bagian bawah bemper

Salah satu dimensi mobil adalah angle of approach. Angle of approach adalah sudut yang dibentuk oleh tapak ban depan dengan bagian bawah fender depan dalam satuan derajat. Semakin besar angle of approach, maka mobil mampu menaiki tanjakan yang cukup besar tanpa khawatir bagian bawah fender depan mengalami gesekan dengan jalan. Begitu pula sebaliknya untuk angle of approach yang lebih kecil. Biasanya mobil sedan mempunyai angle of approach lebih kecil dari mobil MPV atau SUV. Kerusakan bagian bawah bemper terjadi jika melalui tanjakan dengan kemiringan lebih besar dari angle of approach mobil.

6. Cat pada body samping

Kerusakan cat pada body samping dapat terjadi oleh beberapa hal. Semisal adalah lontaran pasir atau kerikil oleh tapak ban mobil lain, proses cuci mobil yang kurang hati-hati, dan lainnya. Kerusakan dapat terjadi saat mobil diparkir, dan ada binatang seperti kucing yang naik ke atas, kuku-kukunya dapat menggores cat.

7. Over fender

Over fender adalah bagian bodi mobil diatas ban depan maupun belakang. Desain dari over fender dibuat agak menjorok keluar untuk menambah estetika mobil, dan pada beberapa model dilengkapi dengan aksesoris/ ornamen untuk menambah kesan crossover. Karena agak menjorok keluar, bagian ini tidak luput dari potensi tergores. Terutama saat melewati gang atau jalan yang cukup sempit, atau saat sedang berpapasan dengan mobil lain.

Beberapa hal tersebut diatas adalah bagian cat yang berpotensi mengalami kerusakan. Adapun tingkat kerusakan dapat saja bervariasi, tergantung tingkat gesekan atau benturan yang terjadi dengan mobil. Untuk kerusakan ringan dimana lapisan cat masih ada, maka hanya cukup dengan poles, maka cat akan kembali ke semula. Akan tetapi jika lapisan cat sudah terkelupas atau bahkan bagian panel mengalami kerusakan, maka solusinya adalah perbaikan panel dan pengecatan ulang. Tentunya harus disiapkan anggaran yang tidak sedikit. Semoga bermanfaat! [www.otomotifinfo.com]