Benefit common rail diesel

Sistem common rail menyimpan bahan bakar bertekanan tinggi didalam pipa common rail. Sistem ini mempunyai beberapa benefit yang tidak dimiliki pada mesin diesel konvensional.

Sistem common rail saat ini sudah menjadi standar untuk mobil bermesin diesel. Salah satu penerapannya ada pada mobil Fortuner dan Innova diesel. Tentunya teknologi ini mempunyai berbagai manfaat yang cukup besar. Sistem common rail menyimpan bahan bakar bertekanan tinggi didalam komponen yang disebut common rail. Tekanan didalam common rail diatur dan dimonitor sesuai dengan kondisi beban dan putaran mesin.
Apa saja benefit dari sistem common rail, simak berikut ini :

1. Pengabutan bahan bakar lebih baik

Sistem common rail menaikkan tekanan bahan bakar menjadi tekanan tinggi. Tekanan tinggi yang dihasilkan tergantung dari jenis supply pump yang digunakan. Sebagai contoh, untuk supply pump seri HP3, tekanan bisa mencapai 160 Mpa. Tekanan ini jauh lebih besar dari tekanan bahan bakar EFI bensin yang sebesar 0.3 Mpa. Disisi lain, injektor pada mesin dengan common rail memiliki 6 s/d 8 lubang dengan diameter 0.14 mm. Dengan kombinasi keduanya (desain injektor dan tekanan bahan bakar), menghasilkan atomisasi / pengabutan bahan bakar yang lebih baik. Efeknya, bahan bakar mudah terbakar dan menghasilkan tenaga pembakaran yang maksimal.

2. Pengontrolan jumlah bahan bakar lebih akurat

Sistem common rail menggunakan ECU (electronic control unit) untuk mengkalkulasi jumlah bahan bakar yang diinjeksikan berdasarkan berbagai macam sensor pada mesin tersebut. ECU mengkalkulasi jumlah bahan bakar dengan membandingkan data volume injeksi dasar dan volume injeksi maksimal, lalu diambil nilai yang lebih kecil. Tidak hanya sampai disini, nilai tersebut masih dikoreksi oleh tekanan bahan bakar di dalam common rail dan nilai koreksi injektor, lalu dihasilkan target durasi injeksi. Dengan cara ini, bahan bakar yang diinjeksikan menjadi lebih akurat sesuai dengan beban dan putaran mesin.

3. Pengontrolan saat injeksi lebih tepat

ECU mengatur saat injeksi bahan bakar berdasarkan nilai saat injeksi dasar yaitu dari besar injakan pedal gas dan putaran mesin. Dari nilai saat injeksi dasar ini, kemudian dikoreksi lagi oleh berbagai macam sensor, seperti tekanan turbo, suhu air pendingin, dll. Hasilnya, didapatkan timing / saat injeksi yang tepat pada setiap beban dan putaran mesin.

4. Performa mesin meningkat

Salah satu hal yang mempengaruhi performa sebuah mesin diesel selain konstruksi mesin itu sendiri adalah sistem bahan bakarnya. Ketika jumlah bahan bakar dikontrol secara akurat dan di injeksikan ke ruang bakar di timing / waktu yang tepat, akan menghasilkan tenaga yang optimal di setiap tingkat putaran mesin. Efek lainnya, bahan bakar menjadi lebih ekonomis.

5. Emisi gas buang yang lebih bersih

Emisi gas buang ditimbulkan dari hasil sisa pembakaran. Besar kecilnya emisi gas buang yang dihasilkan dipengaruhi oleh proses pembakaran didalam silinder. Pada sistem common rail, dengan jumlah injeksi bahan bakar yang akurat dan di waktu yang tepat, menghasilkan pembakaran yang sempurna. Hal ini menekan emisi gas buang ke tingkat yang lebih rendah.

6. Bahan bakar disimpan dalam tekanan tinggi

Sistem common rail menaikkan tekanan bahan bakar menjadi maksimal 160 Mpa dan disimpan di komponen bernama common rail. Bahan bakar ini kemudian disalurkan ke injektor untuk diinjeksikan ke ruang bakar. Dengan adanya penimpanan bahan bakar bertekanan tinggi ini, mampu mensuplai keperluan bahan bakar di masing-masing silinder di semua tingkat putaran mesin.

Beberapa hal tersebut diatas adalah benefit dari sistem common rail. Agar mendapatkan benefit diatas, sebaiknya gunakan jenis bahan bakar yang di rekomendasikan, dan lakukan servis rutin untuk bagian mesin secara berkala. Semoga bermanfaat! [www.otomotifinfo.com]