Mau ganti pelek mobil, perhatikan hal ini..

Penggantian pelek yang salah tidak hanya berimbas pada tampilan yang kurang menarik, tetapi juga mengurangi kenyamanan berkendara dan performa mobil saat akselerasi. Untuk itu perlu perhatikan beberapa hal.

Ada berbagai cara untuk memodifikasi mobil agar terlihat lebih menarik. Salah satunya adalah dengan mengganti pelek bawaan mobil. Meskipun hanya dengan penggantian pelek, tetapi jika pemilihannya tepat, dapat membuat mobil tunggangan menjadi lebih sporty, lebih menarik dan stylist. Akan tetapi, tidak semua pelek dapat dipasangkan pada mobil. Pemilihan pelek yang salah tidak hanya berimbas pada tampilan yang kurang menarik, akan tetapi juga dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan performa mobil terutama saat akselerasi.

Penggantian pelek dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah dengan membeli pelek baru. Pilihan ini cocok bagi mereka yang menginginkan pelek model terbaru, dan masih menyimpan pelek lama. Opsi kedua yaitu dengan tukar tambah pelek lama dengan yang baru dengan menambah sejumlah uang. Cara ini dipilih agar lebih hemat biaya dan tidak direpotkan menyimpan pelek lama.
Jika saat ini Anda berkeinginan untuk memodifikasi pelek, maka perlu perhatikan beberapa hal berikut ini, agar mendapatkan manfaatnya.

1. Diameter pelek

Perhatikan ukuran diameter pelek bawaan mobil. Secara umum pelek mobil menggunakan diameter 14 sampai 17 inci tergantung jenis mobilnya. Pilih ukuran pelek pengganti yang seukuran atau satu tingkat diatas/dibawahnya. Semisal jika pelek bawaan adalah 15 inci, ganti dengan pelek ukuran 15 inci, atau 16 inci (setingkat diatasnya). Keuntungan mengganti pelek berdimensi sama dengan sebelumnya, ban lama masih dapat digunakan. Ketika pelek diganti satu tingkat lebih besar, maka ukuran tebal ban ( aspek rasio) juga perlu diturunkan. Hal ini agar ban terlihat sesuai dan tidak menggesek bagian kolong ban. Tentunya ban harus diganti dengan yang baru.

2. Bobot pelek

Pertimbangkan juga bobot dari pelek pengganti. Beberapa pelek yang bagus menawarkan bobot yang ringan tetapi kuat. Beberapa pelek yang lain mempunyai bobot yang cukup berat untuk ukuran diameter yang sama. Pemilihan berat pelek ini mempengaruhi performa berkendara. Pelek dengan bobot berat membuat akselerasi mobil menjadi lambat.

3. Ukuran PCD

PCD atau pitch circle diameter adalah jarak antara lubang baut dengan lubang baut pada sudut 180 derajat. Pilihlah pelek dengan ukuran PCD yang sama dengan pelek asli. Pemilihan pelk dengan ukuran tidak sama menyebabkan pelek tidak dapat dipasang, karena lubang dudukan baut pelek tidak lurus dengan baut roda.

4. Jumlah lubang baut roda

Perhatikan juga jumlah baut masing-masing roda. Gunakan pelek dengan lubang baut roda sesuai dengan pelek aslinya. Meskipun ukuran PDC sama, tetapi jika jumlah lubang baut tidak sama, ada kemungkinan pelek tidak dapat dipasangkan.

5. Palang pelek

Untuk pilihan berapa jumlah palang pelek ( atau spoke dalam istilah roda kemudi), ini tidak ada aturannya. Hal ini lebih ke selera masing-masing pengguna. Ada banyak pilihan palang pelek, mulai dari 3, 4, 5, 6, atau lebih.

6. Model dan warna

Saat ini tersedia berbagai macam model dan warna pelek. Ada pelek alloy wheel dengan nuansa warna silver. Ada pula pelek jenis two tone color machining alloy wheel. Untuk type terakhir ini pelek mempunyai dua warna, yakni warna alumunium dan ada ornament hitam atau abu-abu.

7. Offset pelek

Perhatikan juga offset dari pelek. Offset adalah jarak antara garis tengah pelek dengan bagian yang menempel pada teromol atau hub roda. Ukuran offset pelek dapat dilihat dari angka yang tertera pada sisi dalam pelek. Pilih ukuran offset pelek pengganti sesuai dengan pelek lama. Penggantian pelek dengan offset yang lebih besar menyebabkan ban terlihat terlalu masuk ataupun terlalu keluar, jika dilihat dari depan kendaraan.

8. Lebar pelek

Lebar pelek mempengaruhi lebar ban yang akan dipasang. Semakin lebar ukuran pelek, maka tapak ban ke jalan semakin luas, sehingga mobil menjadi lebih stabil ketika berjalan. Gunakan satu tingkat lebih lebar jika ingin memodifikasinya. Penggantian pelek yang terlalu lebar, dapat mempengaruhi stabilitas saat belok ( terasa lebih berat), dan terkadang dapat menimbulkan gesekan antara ban dan sisi shock absorber pada beberapa suspensi.

Bebarapa hal tersebut adalah hal yang harus diperhatikan saat ingin memodifikasi pelek mobil. Pemilihan pelek harus mempertimbangkan bebarapa faktor, agar didapatkan tampilan mobil menjadi lebih sporty, menarik dan stylist, tapi tidak mengorbankan tenaga mesin. Semoga bermanfaat![www.otomotifinfo.com]