Tips aman berkendara saat berkabut putih

Kabut putih yang turun saat berkendara di pegunungan dapat mengganggu visibilitas pengemudi. Tentu sangat membahayakan, jika kurang hati-hati dalam mengemudikan mobil pada situasi seperti ini. Berikut ini tips aman..

Musim liburan akhir tahun sudah tiba. Bagi sebagian orang, mungkin sudah merencanakan untuk menghabiskan waktu libur akhir tahun. Salah satunya adalah untuk berwisata bersama keluarga, mengunjungi sanak saudara dan sebagainya. Indonesia sangat banyak spot-spot wisata alam yang dapat dikunjungi, baik itu wisata pantai, wisata kota, maupun wisata pegunungan.

Bulan Desember masuk ke musim penghujan. Praktis di bulan-bulan ini, curah hujan cukup tinggi hampir di berbagai wilayah. Untuk itu Anda harus waspada saat bepergian di bulan ini. Jika Anda memutuskan untuk bepergian ke daerah pegunungan, ada kalanya Anda menemui kabut yang turun. Dan hal ini tentunya dapat mengganggu visibilitas di sekitar mobil. Tentu sangat membahayakan, jika kurang hati-hati dalam mengemudikan mobil pada situasi seperti ini.
Nah berikut ini ada beberapa tips aman yang dapat Anda coba disaat menemui kabut di perjalanan

1. Nyalakan lampu kabut

Ketika kabut turun, maka visibilitas pengemudi ke depan kendaraan akan berkurang. Apalagi jika intensitas kabutnya cukup besar. Untuk mensiasati hal ini, Anda dapat menyalakan lampu besar beserta lampu kabut. Pada beberapa mobil dilengkapi dengan lampu kabut berwarna kuning. Pemilihan warna ini tentu ada alasannya. Ketika lampu biasa ( berwarna putih ) mengenai kabut, maka sinarnya akan dipantulkan. Tetapi dengan lampu kabut berwarna kuning, nyala lampu dapat tembuh ke dalam kabut, sehingga visibilitas menjadi lebih baik.

Baca juga :
Tips aman berkendara dengan si kecil

2. Atur kecepatan wiper

Ada kalanya turunnya kabut disertai dengan hujan rintik-rintik. Penggunaan wiper dan washer membuat kaca depan menjadi lebih bersih. Hal ini dapat meningkatkan visibilitas pengemudi ke depan. Perlu juga kiranya menyesuaikan kecepatan sapuan wiper dengan kecepatan kendaraan dan intensitas curah hujan.

3. Kurangi kecepatan kendaraan

Saat kondisi cuaca cerah dan jalanan sepi, Anda dapat saja memacu kendaraan dengan kencang seperti biasanya. Akan tetapi, ketika terdapat kabut yang menghalangi perjalanan Anda, hal ini tidak berlaku. Anda harus mengurangi laju kecepatan kendaraan. Saat vibilitas terganggu oleh kabut, maka jarak pandang dan respon pengemudi menjadi berkurang. Mengurangi kecepatan adalah langkah paling aman dalam situasi seperti ini.

Baca juga :
Tips agar nyaman saat mengemudi

4. Fokus pada garis marka dan rambu

Ketika kabut sangat tebal, maka jarak pandang menjadi berkurang. Bahkan hanya beberapa meter saja ke depan yang terlihat. Fokus pada garis marka membantu pengemudi mengendarai mobil selalu pada jalurnya. Meskipun saat itu konsisi jalanan berkelok-kelok khas pegunungan. Dengan cara ini, Anda menjadi lebih aman dari kemungkinan terperosok atau terlalu ke tengah melawan arus. Jangan lupa juga untuk melihat tanda rambu-rambu dijalan.

5. Ikuti mobil didepan

Jika Anda takut tersesat atau salah jalan, maka Anda dapat mengikuti pergerakan mobil di depan. Dalam kondisi jalan berkabut, biasanya mobil menyalakan lampu kota. Nyala lampu tersebut dapat dijadikan sebagai petunjuk jalur yang akan dilalui, dan patokan jarak dengan mobil di depannya.

6. Jaga jarak

Saat kondisi hujan dan berkabut, aspal menjadi basah. Jika kurang hati-hati, atau melakukan pengereman mendadak, ban dapat saja selip dan mobil susah dikendalikan. Untuk itu, penting kiranya selalu menjaga jarak aman dengan mobil didepannya.

Baca juga :
Tips berkendara di malam hari

Beberapa hal diatas adalah tips aman yang dapat Anda coba disaat menemui kabut di perjalanan. Turunnya kabut tidak dapat diprediksi, terutama saat melewati daerah pegunungan, akan tetapi Anda dapat mempersiapkan jika sewaktu-waktu kabut datang. Semoga perjalanan Anda aman dan menyenangkan. Semoga bermanfaat![www.otomotifinfo.com]