Jangan asal ganti filter udara, ini alasannya

Penggantian filter udara yang tidak sesuai menyebabkan masalah dikemudian hari. Kerapatan yang berbeda dapat mempengaruhi performa dan tingkat kerusakan mesin. Untuk itu harus selektif dalam pemilihannya.

Setelah mobil dipakai dalam kurun waktu tertentu, sebaiknya mobil dilakukan perawatan rutin. Perwatan rutin yang disarankan adalah setiap 6 bulan sekali atau jarak tempuh 10.000 km. Lakukan mana yang tercapai lebih dahulu. Salah satu item servis berkala kendaraan adalah memeriksa kondisi filter udara. Filter udara ini berperan untuk menyaring partikel debu yang terbawa oleh udara saat terhisap masuk ke ruang bakar di dalam mesin. Tujuannya adalah agar udara yang masuk ke ruang bakar bersih dari debu dan kotoran, sehingga meminimalkan terjadi kerusakan pada ruang bakar.

Ketika kondisi filter udara masih baik, tetapi hanya kotor saja, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah membesihkannya. Untuk filter udara berjenis kertas, dapat dibersihkan menggunakan udara bertekanan dari kompressor dan air gun / pistol angin. Adapun teknis membersihkannya harus dengan cara yang benar. Jika salah, filter tidak menjadi bersih, akan tetapi menyebabkan kotoran bertambah masuk dan tertahan di dalam filter udara. Prosedur yang benar adalah tiupkan udara bertekanan pada filter udara dari sisi yang berhadapan dengan intake manifold. Lakukan ini pada seluruh permukaan filter udara. Langkah berikutnya yaitu semprotkan udara dari sisi lain dari filter udara, sampai merata. Langkah terakhir tiupkan kembali udara bertekanan pada filter udara dari sisi yang berhadapan dengan intake manifold.

Baca juga :
Tips ganti pelek mobil, perhatikan hal ini..

Adakalanya dijumpai kondisi filter udara terlalu kotor dan tidak memungkinkan untuk dibersihkan. Maka solusinya adalah di ganti dengan filter yang baru. Dalam kondisi normal, filter udara diganti setelah menempuh jarak 40.000 km. Jika kondisi jalan banyak berdebu, penggantian dapat lebih cepat dari konsidi normal. Permasalahannya adalah terdapat banyak pilihan merk dan jenis filter udara yang beredar di pasaran. Saran terbaik adalah menggunakan genuine part yang dapat diperoleh di outlet resmi setempat. Akan tetapi jika menghendaki produk aftermarket, maka harus selektif dalam memilihnya.

Penggunaan jenis filter udara yang tidak sesuai menyebabkan masalah dikemudian hari. Ketika filter pengganti terlalu rapat, ini dapat menyaring partikel debu yang sangat kecil. Akan tetapi memberikan efek negatif pada mesin. Isapan udara bersih ke dalam mesin menjadi terhambat dan berimbas pada tenaga / power mesin yang menurun. Ini akan terasa saat sedang akselerasi atau butuh power yang besar saat menanjak.

Baca juga :
Tips merawat mobil baru

Begitu pula jika menggunakan filter udara yang terlalu renggang. Udara dapat mudah terisap masuk ke dalam mesin. Akan tetapi, karena element filternya terlalu renggang, maka beberapa partikel debu tidak dapat tersaring dan dapat masuk ke ruang bakar. Efek jangka panjang, ruang bakar dapat menjadi cepat aus, dan mengakibatkan kerusakan pada mesin.

Baca juga :
Cara penggantian cairan pendingin mesin

Oleh karena itu, jangan asal ganti filter udara, tetapi harus memilih jenis dan merk filter udara yang tepat. Cari referensi tentang berbagai filter udara yang beredar di pasaran ( produk aftermarket). Produk aftermarket menawarkan banyak pilihan dan rentang harga yang bervariasi. Jika tidak mau repot, pakai produk genuine yang direkomendasikan oleh dealer mobil penjual. Itu pasti sudah sesuai. Semoga bermanfaat![[www.otomotifinfo.com]