Tips memilih mobil second matik

Bodi atau cat, memiliki resiko lebih besar untuk mengalami kerusakan seperti titik, scratch, baret dan bahkan berubah bentuk (pesok).

Mobil saat ini sangat diperlukan untuk menunjang akitifitas sehari-hari. Ada banyak merk dan jenis kendaraan yang beredar saat ini. Bagi sebagian orang, banyaknya pilihan dapat menguntungkan, tapi bagi sebagian lain menjadikan bingung saat memilih.
Salah satu pertimbangan dalam memilih mobil adalah jenis transmisinya, yaitu manual atau matik / otomatis. Transmisi matik menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam pengoperasian di berbagai kondisi jalan, terutama saat mengalami kemacetan. Untuk pembelian unit baru, harga mobil matik lebih mahal dari versi transmisi manual.
Berikut ini tips memilih mobil second dengan transmisi matik :

1. Cek riwayat servis

Tanyakan kepada penjual terkait riwayat servisnya. Terutama untuk perawatan transmisi otomatis, seperti penggantian oli transmisi matik. Mobil yang dilakukan servis rutin biasanya dalam kondisi baik.

2. Umur kendaraan

Transmisi otomatis jika dirawat dengan benar dapat awet sampai lebih lebih dari 5 tahun. Dengan mengetahui tahun produksi kendaraan, Anda dapat memperkirakan kondisi kerja dari transmisi otomatis. Mengingat untuk perbaikan transmisi otomatis dibutuhkan biaya jasa dan sparepart yang cukup mahal. Apalagi kalau sampai harus dilakukan penggantian unit assy transmisi matik.

3. Kondisi minyak transmisi otomatis

Kondisi minyak yang jernih menandakan minyak selalu diganti rutin. Pastikan tidak ditemukan kotoran/ butiran logam yang tercampur di oli tersebut. Kondisi minyak dapat diketahui dengan cara menarik tuas dipstick oli transmisi lalu melihatnya secara visual.

4. Perpindahan gigi halus

Jika dimungkinkan, lakukan test jalan. Pastikan gigi transmisi dapat berpindah di setiap tingkat kecepatan secara halus. Ini menandakan transmisi matik bekerja dengan baik. Pastikan tuas transmisi dapat dipindahkan ke setiap posisi (P,R,N,D, 2,L) dengan lembut.

5. Tidak ada kejutan saat mulai jalan

Saat tuas transmisi dipindah dari N atau P ke R, atau ke dari N ke D sambil pedal rem ditekan, pastikan tidak ditemukan kejutan yang berlebihan. Kalau saat dipindah ada kejutan sedikit, itu adalah wajar, karena pada saat ini terjadi penyaluran tenaga dari mesin ke roda.

6. Kondisi transmisi kering

Lakukan pemeriksaan visual pada bagian unit transmisi matik. Pastikan tidak ditemukan tetesan oli di lantai, atau kondisi rumah transmisi matik dalam keadaan kering. Hal ini menandakan tidak adanya kebocoran oli transmisi, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikan/ penggantian packing.

7. Tidak tercium seperti benda terbakar

Pada saat mobil dijalankan, pastikan tidak timbul bau benda terbakar dari area transmisi matik. Bau terbakar menandakan bahwa ada disk & plate di bagian transmisi matik yang mulai selip. Hal ini akan menurunkan kemampuan dari transmisi otomatis, sehingga tenaga mesin tidak disalurkan sepenuhnya ke roda.

8. Ajak mekanik terpercaya

Jika Anda mempunyai kenalan mekanik yang dapat dipercaya dan mengerti tentang transmisi otomatis, tidak ada salahnya meminta bantuan untuk melakukan pengecekan konsisi transmisi matik. Ada berbagai test yang dapat dilakukan, seperti stall test, time lag test, dan hidrolic test. Sebaiknya test ini dilakukan oleh yang sudah berpengalaman. Dengan test ini dapat diketahui kondisi performa mesin dan transmisinya.

Beberapa hal diatas adalah tips memilih mobil second berjenis matik. Selamat memilih dan memutuskan! Semoga bermanfaat! [www.otomotifinfo.com]